Pertolongan Pertama

Ada Empat Alternatif Umum untuk Melahirkan Bayi


Selama ini proses melahirkan dikenal melalui cara normal atau operasi caesar, dan terpaku pada hal-hal yang biasa terjadi. Padahal ada 4 alternatif untuk memilih proseAs melahirkan yang berbeda. Sebagian besar orang akan melahirkan bayinya di kamar rumah sakit yang steril, namun beberapa orang termasuk artis ada yang melahirkan dengan caranya sendiri. Misalnya Katie Holmes melahirkan dalam suasana hening, Angelina Jolie merencanakan melahirkan di air dan Cindy Crawford mengungkapkan bahwa ia melahirkan anak-anaknya di rumah. Hal tersebut juga bisa dilakukan oleh siapapun.

Ada empat alternatif umum untuk melahirkan bayi, yaitu:

Melahirkan di rumah.
Melahirkan di rumah biasanya dengan menggunakan bantuan seorang bidan. Saat ini sudah banyak bidan-bidan yang memiliki sertifikat berlisensi, sehingga melahirkan di rumah tetap aman bagi ibu hamil. Keuntungan melahirkan di rumah adalah bisa memberikan kenyaman dan ketenangan tersendiri bagi ibu yang akan melahirkan, karena ia akan didampingi oleh keluarga dan mendapatkan dukungan penuh, tetap bisa mengawasi anak-anaknya, lebih nyaman serta dapat mengurangi rasa sakit yang ada.
.
Hipnosis untuk melahirkan.
Ibu hamil akan belajar bagaimana caranya menghipnotis sendiri, sehingga dapat menyingkirkan rasa takut dan ketegangan yang nantinya dapat meredakan rasa sakit. Sugesti yang diberikan seperti ‘Aku tidak butuh bantuan epidural’ atau ‘Saya tidak akan mengalami pendarahan yang parah’. Selain itu sang suami juga bisa membantu membisikkan kata-kata menenangkan selama melahirkan.

Melahirkan di air.
Dalam proses ini, ibu hamil akan berendam di dalam bak khusus berisi air yang sudah disterilkan. Melahirkan di dalam air dapat membantu mengurangi rasa sakit yang timbul. Proses ini sudah dikenal di Amerika Serikat sejak tahun 1991.

Menggunakan bantuan alternatif lain.
Salah satu alternatif yang bisa dimiliki adalah meminta bantuan doula (orang yang menyediakan dukungan emosional dan fisik pada ibu hamil sebelum, selama dan setelah melahirkan), baik ia melahirkan di rumah sakit atau klinik bersalin.

Posted in Info Ibu, Kehamilan, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Persalinan, Pertolongan Pertama0 Comments

Bahaya Gendong si Kecil Sambil Tidur di Sofa


Sofa menjadi tempat yang nyaman untuk duduk dan tidur bagi orang dewasa, tapi tidak demikian untuk bayi. Sofa adalah tempat paling berbahaya untuk bayi. Sofa yang terlalu empuk membuat tubuh bayi makin tenggelam saat dipangku orangtuanya di sofa yang membuatnya sulit bernapas. Orangtua umumnya tidak menyadari ketika duduk di sofa sambil memangku bayi justru membuat posisi bayi dalam pelukannya makin sulit bernapas.

Ini memperingatkan bahwa sangat berbahaya bagi bayi tidur di sofa, terlebih jika orangtua sangat lelah atau mengonsumsi obat-obatan penenang yang membuatnya tanpa sadar mengantuk dan tidak memperhatikan posisi bayinya. Orangtua harus tetap memiliki satu tempat yang aman untuk tidur bersama bayi, dan sofa adalah tempat yang berbahaya. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa tidur dengan bayi di sofa meningkatkan risiko kematian tiba-tiba dan tak terduga hingga 50 kali lipat. Bayi yang tidur di sofa bisa saja kehabisan napas lantaran tercekik dan terhimpit orangtuanya, atau bahkan terjatuh dari sofa.

Hal ini bertujuan untuk mencegah kematian mendadak karena terhimpit atau terjatuh, dan meningkatkan kesehatan
bayi itu sendiri. Risiko kematian mendadak lebih besar lagi jika bayi lahir prematur, yaitu lahir sebelum 37 minggu atau memiliki berat lahir di bawah 2,5 kg. Faktor lain yang memperngaruhi kematian bayi mendadak adalah bentuk tempat tidur, kebiasaan orangtua, bayi yang sedang menyusui di tempat yang salah, jenis bed cover yang digunakan dan keamanan tempat yang digunakan untuk tidur.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Pertolongan Pertama, Tips Balita0 Comments

Tips Agar Bayi Tidak Menelan Benda Asing


Rasa ingin tahu bayi yang besar membuatnya tidak puas hanya menyentuh dan memainkan aneka benda, terkadang ia juga penasaran untuk “mencobanya”, bahkan menelannya. Benda-benda mengkilap dan berwarna seperti uang logam, biji buah-buahan, kertas, atau mainan berukuran kecil merupakan benda favorit anak-anak untuk dimasukkan ke dalam mulut.

Benda-benda asing yang dimasukkan ke mulut pada umumnya bisa melewati saluran pencernaan tanpa menimbulkan gangguan dan akan dikeluarkan secara alami bersama kotoran. Tapi terkadang benda-benda tersebut bisa terperangkap di dalam perut. Sehingga bisa menyebabkan penyakit.

Oleh sebab itu, segera cari bantuan jika terjadi tanda atau gejala berikut:

- Kesulitan menelan
- Mengeluarkan air ludah
- Sakit perut atau muntah.
- Kesulitan bernapas, karena ini adalah tanda benda yang tertelan menyumbat saluran pernapasannya.

Waspadai bila anak menelan baterai kancing. Baterai jenis ini mengandung cairan basa yang bisa berbahaya, bahkan ada yang mengandung merkuri yang bisa mengancam nyawa. Jika anak menelan baterai kancing, segera cari bantuan medis darurat. Bila baterai itu sampai masuk ke dalam perut atau usus, bisa menimbulkan tanda dan gejala seperti nyeri perut, meradang, sembelit, muntah, dan demam.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Pertolongan Pertama, Tips Balita0 Comments

Pertolongan Pertama untuk Anak Step


Jika anak mengalami demam yang tinggi seringkali disertai dengan munculnya kejang-kejang atau dikenal dengan istilah step.  Kejang yang disebabkan oleh demam umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Gejala yang timbul adalah tubuh tersentak dan mulai kaku, mengeluarkan air liur, muntah, bola matanya memutar, kulit tampak sedikit lebih gelap bahkan ada anak yang sampai hilang kesadaran.

Kejang-kejang ini bisa terjadi dalam beberapa detik hingga satu menit, tapi pada kasus tertentu kejang bisa muncul sangat lama hingga 15 menit. Pada sebagian besar kasus, kejang demam yang terjadi beberapa detik umumnya tidak berbahaya. Tapi jika berlangsung lama, berulang dan tidak segera dilakukan pertolongan akan menimbulkan bahaya seperti kerusakan otak atau sebagai gejala awal dari penyakit serius.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan orangtua jika anaknya mengalami kejang demam, yaitu:

- Pindahkan anak ke tempat yang aman seperti lantai atau kasur serta jauh dari benda-benda berbahaya.
- Miringkan posisi kepala ke salah satu sisi agar ia tidak tersedak dan memudahkan keluarnya air liur atau muntah.
- Melonggarkan pakaian yang digunakannya agar anak tidak mengalami sesak napas.
- Jangan meletakkan atau memasukkan apapun ke dalam mulutnya selama kejang-kejang berlangsung, termasuk memberinya obat-obatan.
- Jika anak sulit bernapas atau kulitnya membiru segera bawa ke rumah sakit atau telpon ambulance.

Biasanya kejang-kejang terjadi apabila demam disebabkan oleh infeksi virus saluran pernapasan atas, roseola atau infeksi telinga. Namun pada beberapa kasus tertentu, kejang demam terjadi sebagai gejala dari penyakit meningitis atau masalah serius lainnya. Selain demam yang tinggi, kejang-kejang juga bisa terjadi akibat penyakit radang selaput otak, tumor, trauma atau benjolan di kepala serta gangguan elektrolit dalam tubuh. Karenanya orangtua dan dokter harus mencari tahu apa penyebab kejang-kejang tersebut.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Pertolongan Pertama1 Comment