Salah satu keluhan yang bisa dialami oleh perempuan setelah melahirkan adalah terjadinya kelainan dasar panggul. Tapi hal ini sebenarnya bisa dicegah atau dihindari. Ibu yang selamat dari kematian saat melahirkan berisiko mengalami disfungsi dasar panggul yang mungkin terjadi pada usia 40-an tahun. Pencegah Disfungsi Dasar Panggul dan Penapisan Kelainan Kandungan untuk Kesehatan Perempuan Indonesia.
Berikut beberapa gejala yang muncul jika seseorang mengalami disfungsi dasar panggul:
1. Inkontinensi urine, misalnya pipis atau keluar urine saat batuk atau ketika shalat ruku
2. Inkontinensi fekal, misalnya tidak bisa menahan kentut (buang gas)
3. Turunnya rahim, dubur dan kandung kemih
4. Disfungsi seksual, misalnya keluar urine atau kentut ketika sedang berhubungan seks.
Disfungsi ini terjadi karena adanya kerusakan pada otot levator ani, otot ini sebenarnya bisa meregang sampai 200 persen tapi jika lebih dari itu ia akan robek. Diperkirakan 15-35 persen persalinan vagina menyebabkan trauma pada otot levator ani. Persalinan pertama berkontribusi terbesar dalam menyebabkan kerusakan dasar panggul, meski penyebabnya multifaktorial. Kerusakan ini bisa menurunkan kualitas hidup seorang perempuan. Zaman dulu kalau tidak digunting maka lebih susah, tapi sebenarnya hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu yang kalau tidak digunting maka robekannya menjadi tidak terkontrol atau berantakan sehingga jahitnya sulit.
Tapi ada juga yang perineumnya elastis sehingga tidak perlu dipotong. Jika panjang perineum (jarak dari anus sampai tepi bawah vagina) yang dimiliki oleh perempuan ini kurang dari 2,5 cm, maka mau tidak mau harus dilakukan episiotomi. Dengan senam hamil biasanya bisa mengatur elastisitas dari otot dasar panggul, serta mengatur pernapasan saat mengedan. Tapi sebenarnya jumlah jahitan tidak menunjukkan apakah seseorang digunting atau tidak.
Posted in Gizi Ibu, Ibu Hamil, Info Ibu, Kandungan Gizi Mangga, Kehamilan, Kesehatan Umum, Masalah Kesehatan Anak, Persalinan, Tumbuh Kembang, Uncategorized
Telur adalah makanan berprotein tinggi yang mudah dan murah didapat. Untuk memenuhi kebutuhan protein anak, kebanyakan orangtua di Indonesia lebih mampu memberikan telur yang harganya terjangkau ketimbang daging, ayam atau ikan. Karena kondisi keuangan yang terbatas, akhirnya orangtua memberikan makanan telur setiap hari ke anaknya.
Tak perlu khawatir, karena makan telur setiap hari ternyata bagus untuk anak. Memberikan telur setiap hari untuk anak itu enggak apa-apa, bagus itu, yang penting adalah memberikan variasi. Putih telur mengandung protein hewani yang baik. Jadi kalau bisa setiap hari ada telur yang bisa dipadukan dengan protein hewani lain seperti ayam dan ikan, misalnya hari ini telur dengan ayam, besok dengan ikan. Namun sebaiknya jangan sering-sering mengonsumsi telur yang digoreng, tapi bisa divariasikan dengan membuat telur rebus atau dicampurkan dengan bahan makanan lain misalnya dalam sayur sop, dicampur dengan bahan lain lalu dipanggang atau bisa memasukkan putih telur ketika membuat cemilan agar-agar untuk anak.
Protein lain yang penting untuk dikonsumsi adalah protein nabati seperti dari tahu, tempe dan juga lengkapi dengan lemak sehat seperti dari kacang-kacangan dan juga alpukat. Kandungan gizi dari sebutir telur terbilang cukup komplit karena mengandung protein hewani yang baik, vitamin A, asam amino esensial, vitamin D, vitamin B12 serta zat besi, dan juga kandungan kolesterol di bagian kuningnya. Jenis makanan karbohidrat yang dipilih sebaiknya yang kompleks sehingga penyerapannya bisa perlahan seperti nasi merah atau roti gandum.
Sedangkan konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir sebaiknya dihindari atau dibatasi karena langsung diserap tubuh dan jika terus menerus anak bisa jadi diabetes saat remaja. Perbanyak juga karbohidrat dari buah dan sayuran serta yang berserat seperti dari oatmeal, untuk buah dan sayur memang harus dilatih agar anak mau makan. Sedangkan untuk cemilan, berikan makanan ringan yang sehat, misalnya membuat roti gandum yang ditambah sayuran di dalamnya, membuat cake atau kue dari oatmeal atau bisa juga memberikan bubur kacang hijau.
Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Masalah Kesehatan Anak, Tumbuh Kembang, Uncategorized
Apa yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia dibutuhkan? Sebagian besar Anda mungkin menjawab terus mencob memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu efektif. Belum lama, Dietary Guidelines Advisory Committee-sekelompok ilmuwan independen yang menyarankan pemerintah pada konsumsi ideal rakyat Amerika—mengidentifikasi bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa perlu mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, kalium, dan serat. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dalam susu, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—sederet makanan yang biasanya dijauhi anak-anak.
Ada beberapa solusi yang membantu si kecil yang pemilih makanan untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan:
Anak tidak suka makan brokoli
Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol, atau kubis membantu “menjinakkan” rasa yang membuat anak malas memakannya. Memang, keju umumnya mengandung lebih banyak kalori dan lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit kalsium.
Tidak suka buah
Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam penyajiannya.
Anak tidak suka minum susu
Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang telah disediakan oleh susu.
Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Uncategorized
Asma adalah suatu keadaan di mana keadaan saluran udara dan paru-paru memburuk dan meradang, yang akhirnya membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Memang sulit untuk mengetahui apakah bayi Anda menderita asma sampai usia mereka 5 tahun, hal ini disebabkan karena penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh bayi memiliki gejala yang sama. Saluran udara pada bayi biasanya kecil dan jika pembengkakan terjadi saluran udara akan menghasilkan lendir yang membuat si bayi batuk, napas mendesah, dan dapat menimbulkan gejala-gejala lain yang menunjukkan gejala asma. Jika napas bayi Anda terus menerus mendesah, itu merupakan salah satu tanda awal asma. Tetapi jika gejala yang dialami bayi Anda hanya batuk saja, ini bukan berarti bayi Anda mengalami asma. Apabila Anda mengira bayi Anda menderita asma, segera mungkin bawalah ke dokter anak untuk mendapat diagnosa yang benar. Diagnosa dini dan pengobatan yang tepat sangat penting bagi bayi yang menderita asma.
Berikut adalah diagnosa yang benar dan apa saja hal yang berkaitan asma pada si buah hati Anda:
Diagnosa
Sulit bagi seorang dokter untuk mendiagnosa apakah bayi Anda menderita asma sebelum usia mereka 12 bulan. Napas si kecil yang mendesah bisa jadi bukan karena dia menderita asma. Masalah lain seperti bronkitis, virus yang ada di saluran pernapasan, cystic fibrosis (sesak napas), masalah jantung, dan aspirasi susu juga dapat membuat napas bayi Anda terengah-engah. Seringkali, masalah napas bayi Anda yang terengah-engah dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia buah hati Anda.
Penyebab
Ada banyak hal yang menyebabkan napas bayi Anda tersengal. Paru-paru bayi sangat sensitif, makanan atau apapun yang asing dan terhirup ke paru-paru dapat menyebabkan napas si bayi tersengal. Dan juga, bayi yang lahir prematur dengan saluran pernapasan yang belum terbentuk sempurna juga napasnya seringkali tersengal.
Gejala
Asma pada umumnya merupakan hasil hubungan yang kompleks antara gen si bayi dan lingkungannya. Gejala-gejala umum asma adalah batuk, napas mendesah, napas yang terengah, demam, dan napas pendek setelah melakukan kegiatan-kegiatan fisik. Gejala ini biasanya berbeda pada setiap anak.
Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Penyakit, Perawatan Bayi, Uncategorized
Ibu yang baru saja melahirkan bayi kadang bingung dan khawatir karena air susunya (ASI) belum keluar. Tapi sebenarnya bayi yang baru lahir bisa bertahan hingga 48 jam tanpa menyusu. Bayi bisa bertahan 24-48 jam, karena ia sudah dibekali dari kandungan. Tapi yang terpenting jangan dipisahkan dari ibunya. Bayi menangis pasti yang terlintas pertama kali adalah bayi tersebut lapar sehingga harus disusui. Padahal bayi yang dipisahkan 6 jam saja dari ibunya akan memiliki tingkat stres yang 2 kali lipat lebih tinggi yang bisa membuatnya menangis. Hal ini karena selama di kandungan bayi selalu dekat dengan ibunya, dan jika kadar hormon stresnya meningkat akan membuat daya tahan tubuhnya berkurang sebesar 50 persen.
Maka gendonglah ia sehingga bisa mendapatkan skin to skin contact (kontak kulit) dengan ibu dan tetaplah berusaha menyusui agar bisa mendapatkan kolostrum meski hanya 1-2 tetes saja. Kolostrum ini berfungsi untuk membantu mematangkan usus bayi dengan menutup lubang-lubang yang ada di usus agar tidak diisi oleh benda-benda asing. Hampir sekitar 50 persen keberhasilan menyusui bergantung pada pikiran si ibu. Sedikit saja si ibu memiliki pikiran negatif maka akan langsung membuat produksi ASI-nya menjadi drop. Hormon oksitosin terpengaruh oleh pikiran ibu, jadi kalau ibu sedang sedih, stres, kesel atau mangkel maka hormon oksitosin akan berkurang yang mempengaruhi produksi ASI.
Posted in Gizi Bayi, Gizi Ibu, Imunisasi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Masalah Kesehatan Anak, Perawatan Bayi, Uncategorized
Membiasakan hidup bersih sebaiknya sudah diajarkan sejak masih anak-anak. Masa anak-anak adalah saatnya ia menikmati permainan di luar rumah seperti bermain lumpur atau kotor-kotoran. Kebersihan pribadi seorang anak harus menjadi prioritas utl ama saat ia tumbuh agar ia tidak mudah terkena penyakit
atau infeksi.
Ada beberapa kebiasaans bersih yang harus diajarkan pada si kecil:
Menyikat gigi dengan benar
Perawatan diperlukan sejak usia 1 tahun untuk mencegah risiko gigi berlubang. Pastikan si kecil menyikat gigi dengan benar seperti gerakan naik turun dan melingkar, serta membuatnya menyikat gigi 2 kali sehari. Gunakan bentuk karakter kartun favoritnya pada sikat gigi si kecil sehingga ini menjadi aktivitas yang menyenangkan.
Cuci tangan menggunakan sabun
Ajaklah anak untuk selalu mencuci tangannya menggunakan sabun dan beritahu kapan tangannya harus dicuci. Pastikan anak mencuci permukaan atas tangan, sela-sela jari dan membilas kotoran yang terjebak di bawah kuku.
Membersihkan telinga
Anak-anak mungkin belum bisa membersihkan telinganya sendiri, karena itu orangtua snagat berperan disini. Membersihkan telinga secara rutin bisa membantu mencegah risiko komplikasi seperti infeksi, iritasi atau kerusakan pada gendang telinga.
Membiasakan mandi 2 kali sehari
Anak-anak senang bermain sehingga mudah berkeringat, karenanya biasakan mandi 2 kali sehari untuk membersihkan kulitnya. Ajarkan ia untuk menggosok dari tangan, kaki, ketiak, pangkal paha dan lipatan-lipatan tubuh dengan menggunakan sabun yang lembut. Jika anak menolak untuk mandi, cobalah membujuk dengan menempatkan mainan favoritnya di bak mandi atau mandi busa.
Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Konsultasi Anak, Masalah Kesehatan Anak, Penyakit, Perawatan Bayi, Tumbuh Kembang
Ketika kita membuka grafik pertumbuhan, maka kita akan melihat 7 kurva dengan pola yg sama. Tiap kurva tsb mewakili persentil yg berbeda : 5th, 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 95th. Persentil 50th menunjukkan rata-rata nilai pada umur tsb. Selain itu ada juga grafik dengan tambahan persentil 10th, 25th, 50th, 75th, 90th, dan 97th Biasanya dokter menggunakan grafik ini jika angka yang di-plot berada di luar dari kurva yg standar. Pertumbuhan seorang anak akan di-plot pada persentil2 tsb. Untuk mempelajari lebih jauh tentang bagaimana membaca atau menginterpretasikan grafik tsb, perhatikan contoh berikut. Seorang bayi yg memiliki lingkar kepala persentil 90th akan di-plot disebelah kanan dari kurva kedua dari atas pada grafik pertumbuhan. Jadi termasuk kurva persentil 90th. Artinya lingkar kepala bayi tsb termasuk >= 90% dari total populasi anak seusianya yang ada di negara tsb. Sedangkan 10% dari populasi anak memiliki ukuran lebih dari itu. Continue Reading
Posted in Masalah Kesehatan Anak
Demam adalah kondisi ketika suhu tubuh anak mencapai lebih dari 38Cdan prosesnya terdiri dari 3 fase, yaitu (1) menggigil sampai suhu tubuh mencapai puncaknya (2) suhu menetap dan (3) suhu menurun. Demam juga merupakan mekanisme tubuh untuk melawan penyakit, karena suhu tubuh yang tinggi dapat membunuh virus (yang bisa meningkat jumlahnya pada suhu tubuh rendah). So better not to treat low grade fever. Peningkatan suhu tubuh ditimbulkan oleh beredarnya molekul kecil didalam tubuh kita yang disebut PIROGEN (zat pencetus panas). Zat ini juga berguna untuk mengerahkan sel darah putih ke lokasi infeksi dan terjadinya peningkatan pirogen ini bisa disebabkan karena;
1. Infeksi
2. Non Infeksi, seperti alergi, tumbuh gigi, keganasan, autoimun (adanya kesalahan “program” di dalam tubuh dimana organ tubuh kita disangka sebagai “musuh” dan diserang oleh sistem kekebalan tubuh kita sendiri) dan lain2. Diantara kedua penyebab diatas, demam lebih sering disebabkan karena infeksi, bisa oleh bakteri atau virus and in most cases (more than 75%), infeksi ini disebabkan oleh virus , terutama pada bayi dan anak . Continue Reading
Posted in Masalah Kesehatan Anak