Nutrisi yang Wajib Dikonsumsi Anak


Terpenuhinya nutrisi yang baik dan kebiasaan makan yang sehat dapat menghindari buah hati Anda dari berbagai penyakit berbahaya. Dengan nutrisi penting dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan anak dalam masa-masa pertumbuhan mereka. Kendati banyak orangtua memiliki pengetahuan dasar mengenai makanan sehat yang bisa membuat tubuh dan tulang anak-anak kuat, tetapi kadang, masih ada kemungkinan hilangnya beberapa nutrisi penting. Sebab anak-anak tidak memerolehnya dari makanan yang telah tersedia. Jika Anda ingin memastikan semua kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik, Anda dapat memastikan nutrisi yang tepat dikonsumsi oleh buah hati tercinta.

Ada beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi anak, di antaranya:

Magnesium
Magnesium adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda pastikan bahwa anak-anak mendapatkan cukup dari magnesium dalam makanan mereka. Nutrisi ini penting bagi anak Anda karena memiliki kemampuan untuk menjaga agar jantung kuat, menjaga otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi energi, dan membangun tulang yang sehat. Anak-anak berusia 1-3 tahun disarankan mengonsumsi magnesium 80 mg sehari. Anak-anak usia 4-8 tahun memerlukan magnesium sampai 130 mg sehari. Untuk meningkatkan asupan magnesium anak, Anda bisa mendapatkannya pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum.

Kalium
Kalium sebagai nutrisi yang sering dikaitkan dengan pisang. Dalam hal kesehatan anak Anda, nutrisi ini memainkan peranan besar untuk mempertahankan produksi energi, otot, dan fungsi jantung, menjadikan tulang yang kuat, bahkan dapat menjaga anak Anda rentan terhadap risiko tekanan darah tinggi ketika mereka dewasa. Untuk meningkatkan kalium anak bisa dengan memberikan asupan makanan seperti buah dan sayuran dalam makanan keseharian mereka.

Serat
Serat merupakan nutrisi yang biasanya dianggap penting untuk orang dewasa, tetapi ini juga penting bagi kesehatan anak. Serat tidak hanya berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit, namun dapat pula mencegah diabetes tipe 2, menjaga anak-anak rentan terhadap risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, dan menjaga bobot tubuh mereka.

Vitamin E
Vitamin E merupakan nutrisi penting yang juga dibutuhkan anak-anak. Antioksidan ini dikenal untuk memerangi radikal bebas, tetapi juga berperan membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mempertahankan metabolisme yang baik. Vitamin E ditemukan dalam makanan berlemak. Untuk memastikan anak Anda mendapatkan vitamin E dalam jumlah tepat, Anda bisa memasukkan lebih banyak sayuran berdaun hijau, seperti bayam, atau kacang-kacangan dalam daftar makanan harian.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Konsultasi Anak, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mengenal Status Gizi pada Balita Anda


Mengenal gizi pada balita merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak. Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan.

Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan. Standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk. Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics). Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk. Status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak. Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu. Untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Solusi Membantu Si Kecil untuk Mendapatkan Makanan yang Bernutrisi


Apa yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia dibutuhkan? Sebagian besar Anda mungkin menjawab terus mencob memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu efektif. Belum lama, Dietary Guidelines Advisory Committee-sekelompok ilmuwan independen yang menyarankan pemerintah pada konsumsi ideal rakyat Amerika—mengidentifikasi bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa perlu mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, kalium, dan serat. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dalam susu, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—sederet makanan yang biasanya dijauhi anak-anak.

Ada beberapa solusi yang membantu si kecil yang pemilih makanan untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan:

Anak tidak suka makan brokoli
Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol, atau kubis membantu “menjinakkan” rasa yang membuat anak malas memakannya. Memang, keju umumnya mengandung lebih banyak kalori dan lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit kalsium.

Tidak suka buah
Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam penyajiannya.

Anak tidak suka minum susu
Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang telah disediakan oleh susu.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Uncategorized0 Comments

Pentingnya Asam Folat Bagi Bayi


Asam folat penting dikonsumsi ibu hamil karena kekurangan asupan asam folat dapat menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Penelitian terbaru menemukan ibu yang mengkonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat mengurangi risiko punya anak dengan kemampuan bahasa yang parah. Asam folat memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil dan bayinya. Karena asam folat dapat membantu pertumbuhan otak bayi, dan mengurangi risiko terjadinya Neural Tube Defects (NTD) pada bayi yang dilahirkan dan lain-lain.

Ibu yang mengonsumsi suplemen lain, tetapi bukan asam folat tidak menunjukkan adanya penurunan risiko pada keterlambatan kemampuan bahasa bayi. Hal tersebut menandakan bahwa asam folat memang memiliki efek yang unik pada perkembangan anak. Meskipun beberapa penelitian medis mengenai manfaat asam folat dalam melindungi janin terhadap cacat tabung saraf telah banyak dipublikasikan, namun penelitian ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa suplemen tersebut dapat melindungi bayi dar gangguan perkembangan saraf lainnya. Anak-anak Norwegia tersebut hanya dapat membuat satu kata atau ucapan yang dapat dipahami oleh orang lain pada usia 3 tahun.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Saatnya Si Kecil Makan Makanan Padat


Mulai dari browsing internet, bertanya kepada teman yang lebih berpengalaman, hingga konsultasi pada ahli gizi tentunya menjadi rutinitas Anda untuk mendapatkan info yang tepat. Beberapa saran mungkin saja terdengar baik dan menjanjikan. Namun kini, sudah saatnya bagi Anda untuk meninggalkan saran-saran kuno, dengan mengikuti langkah tepat memberi makanan bagi bayi Anda di bawah ini. Beberapa rekan Anda pasti pernah menyarankan untuk memberikan sereal dalam botol agar si keci mendapatkan tidur nyenyak sepanjang malam. Di sisi lain, memberikan makanan padat bagi bayi berusia dua hingga tiga bulan dapat membantunya membiasakan diri dalam proses mengunyah. Dua saran ini lah yang harus Anda ubah dalam persepsi pemberian makanan tepat bagi si buah hati.

Perlu Anda ketahui, bahwa si kecil belum terlalu dewasa untuk memulai mengonsumsi makanan padat. Tubuh mereka bisa dikatakan masih lunak untuk menerima makanan padat. Hal ini malah dapat menimbulkan alergi terhadap makanan pada si kecil. Sehingga, pemberian nutrisi dalam bentuk susu formula atau ASI selama empat bulan pertama pada si kecil sangat dianjurkan. Bayi di usia antara empat hingga enam bulan cenderung mendorong makanan yang diberikan melalui sendok. Di sinilah proses bagi si kecil untuk mulai mengenali makanan baginya. Tetapi jangan khawatir, proses ini tak akan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, ketika bayi mulai beranjak lebih dewasa, mereka mulai menguasai konsep menelan makanan. Hal ini akan menjadikan si kecil lebih aktif dalam mengunyah, dan menelan makanan, yang membuatnya lebih bersemangat untuk mencoba makanan baru lainnya.

Posted in Gizi Bayi, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Makanan Bergizi untuk Bayi


Untuk merangsang pertumbuhan gigi dan mencukupi nutrisi, bayi tak bisa hanya diberi ASI dan bubur saja. Mereka juga harus mulai diajarkan mengenal menu makanan bergizi lain. Karena belum ada gigi, tentunya kita harus membantu memilih makanan terbaik untuknya. Makanan ini tak hanya harus bergizi, namun juga harus mudah dicerna dan aman bagi bayi.

Berikut ada beberapa makanan yang menyehatkan bayi:

Alpukat
Pohonnya mencapai tinggi 20 m, daunnya sepanjang 12 hingga 25 cm, itulah pohon alpukat. Buahnya berbentuk nyaris bulat atau lonjong, dengan kulit yang semi keras, yang membalut daging lembut di dalamnya. Alpukat kaya akan kandungan potasium, karbohidrat, vitamin E, vitamin C, vitamin B, fosfor, zinc, hingga zat besi.

Pisang
Oleh nenek moyang, buah pisang sebenarnya dikenal pertama kali sebagai obat, bukan sebagai buah. Warnanya hijau saat masih muda, dan apabila ranum, kulitnya berubah warna menjadi kuning kecokelatan atau kemerahan.

Dada Ayam
Daging ayam mengandung protein, vitamin B kompleks, mineral, lemak, asal lemak, yang dibutuhkan tubuh. Kalau belum bisa mengunyah, bagaimana bayi bisa mendapat nutrisi dari ayam? Anda bisa merebusnya hingga empuk, menghancurkannya dan mengambil sarinya. Tentunya daging yang terbaik dapat diambil dari bagian dada, agar lemaknya tidak terlalu banyak.

Keju
Produk susu yang tak kalah pentingnya adalah keju. Seperti yang kita ketahui, ada berbagai jenis keju yang ada di pasaran. Namun, untuk bayi cukup tambahkan serutan keju cheddar saja ke dalam bubur yang dikonsumsinya. Selain membantu mengatasi kebosanan pada susu, keju juga menambah aroma dan rasa lezat pada makanan.

Kacang Hijau
Kacang hijau termasuk jenis tumbuhan suku polong-polongan. Protein yang terkandung di dalam kacang hijau sangat tinggi, sehingga menu ini seringkali disajikan sebagai bubur maupun minuman. Untuk bayi, kacang hijau harus dimasak hingga lunak benar dan disaring agar bayi mudah mencerna dan tidak tersedak.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Makanan Tambahan Untuk Bayi 4 Bulan


Pada usia ini biasanya bayi sudah mulai siap makan makanan padat, walau beberapa ahli menyarankan untuk tetap hanya memberikan ASI atau formula hingga 6 bulan untuk mengurangi resiko alergi terhadap makanan selain ASI dan formula.

Tanda-tanda bayi siap makan makanan padat

Ini adalah ciri-ciri yang perlu diperhatikan walaupun mungkin bayi anda belum melakukan semuanya Continue Reading

Posted in Makanan Bayi0 Comments

Nutrisi untuk Bayi dan Masa Kehamilan


Di Jakarta, tiga dari lima atau sekitar 60% wanita usia subur memiliki kadar folat kurang dari kadar folat ideal. Padahal, folat penting untuk mengurangi risiko terjadinya neural tube deffects (cacat lahir pada otak dan tulang belakang), sindrom down, bibir sumbing, dan cacat lahir pada bayi. Bagi ibu, folat mengurangi risiko anemia megaloblastik dan menurunkan kadar homosistein dalam darah yang bepengaruh pada berkurangnya risiko preeklamsia. Eklamsia dan preeklamsia merupakan tiga besar penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia selain perdarahan dan infeksi.

Manfaat bagi kesehatan ibu

Di dalam kandungan, pada usia 17 hari kehamilan sel-sel otak janin sudah mulai terbentuk dan berkembang. Di sinilah pentingnya peranan folat sebagai awal pembentukan tabung otak dan sum-sum tulang belakang. Selain folat, ada banyak kandungan nutrisi yang diperlukan saat perkembangan otak janin. Nutrisi ini penting saat kehamilan karena perkembangan otak bayi mengalami percepatan di saat trimester ke-3 hingga usia 30 bulan. Kalsium diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat akibat pembentukan tulang dan gigi bayi. Pemberian zat besi yang cukup dapat mengurangi risiko terjadinya anemia di saat kehamilan. Namun, pada trimester pertama, zat besi dapat merangsang mual pada ibu hamil.

Manfaat bagi janin

Pentingnya nutrisi bagi ibu hamil dan janinnya. Omega 3 dan DHA bagi janin diperlukan dalam jumlah cukup untuk pembentukan sistem saraf pusat. Studi lainnya menunjukan bahwa gangliosida berperan pada struktur otak, migrasi sel-sel otak, pembentukan sinapsis, dan myelinisasi. Selain itu gangliosida berpengaruh terhadap fungsi otak, terutama fungsi belajar dan mengingat. Kolin dihantarkan kepada  janin melalui plasenta ibu. Beberapa penelitian menunjukan asupan kolin di saat kehamilan mempengaruhi perkembangan otak terutama fungsi mengingat.

Posted in Gizi Bayi, Gizi Ibu, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kehamilan, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized25 Comments

Konsultasi: Diare Pada Bayi Anda


Minggu ini kami mendapatkan sejumlah pertanyaan menarik seputar perkembangan ibu dan bayi, tetapi ada satu topik yang cukup menarik yang ditanyakan oleh Bunda Kayla Azka berikut ini:

Kpd konsultan yang terhormat,,,
Saya disini ingin menanyakan.sebab bayi mencret/diare dan cara penanganan dan bgaimana ciri2 bayi yg sakit muntaber
Trimakasih

Bunda Kayla yang baik

Sistem pencernaan bayi dan balita, terutama bagian perut, sangat sensitif. Tidak heran bila mereka sering mengalami masalah yang berhubungan dengan perut, salah satunya adalah diare. Diare adalah kondisi dimana frekuensi buang air besar (BAB) meningkat dari biasanya, disertai dengan feses yang lebih cair. Ada tiga hal yang menyebabkan si kecil mengalami diare, yaitu faktor makanan, perjalanan melelahkan, dan akibat infeksi saluran cerna.

Infeksi saluran pencernaan umumnya disebabkan kuman, seperti bakteri Escherichia coli pada air yang kurang bersih. Bakteri ini masuk melalui makanan ke saluran pencernaan, dan berkembang biak dalam usus khususnya usus besar (kolon). Nah, jika jumlahnya berlebihan, bakteri ini dapat menimbulkan sakit perut serta diare atau mencret yang berdampak kerja tubuh terganggu karena tak bisa menyerap sari makanan. Bahkan, jika terlambat ditangani bisa menyebabkan kematian.

Penggolongannya biasanya dibagi menjadi diare sekretorik atau diare osmotik.
Diare sekretorik terjadi karena sekresi cairan ke dalam lumen/rongga usus terlalu banyak, sehingga tinja menjadi lembek dan encer.

Diare osmotik terjadi karena ada makanan padat atau dengan osmolaritas tinggi (susu terlalu kental), sehingga menarik cairan dari dinding usus keluar kedalam lumen/rongga usus.
Diare osmotik biasanya ditandai dengan berak nyemprot, buih, berbau asam.

Untuk mencret yang disebabkan oleh infeksi bakteri (E.coli, Cholera, Salmonela/shigella, dll) biasanya disertai dengan gejala spesifik.
Gejala tersebut :
1. Terjadinya demam (demam biasanya sebelum atau bersamaan dengan terjadinya diare. Demam yang terjadi setelah beberapa hari diare biasanya disebabkan oleh dehidrasi)
2. Adanya lendir : Adanya lendir dalam darah biasanya menandakan adanya kerusakan villi (jonjot usus) pada mukosa/dinding dalam usus.
3. Adanya darah : Adanya darah biasanya menandakan adanya perlukaan pada dinding usus sehingga menyebabkan terjadinya robekan pembuluh darah usus.
4. Adanya nyeri perut tajam : Nyeri perut melilit diakibatkan oleh terjadinya spasme usus karena adanya luka pada dinding usus. Biasanya bayi rewel terutama saat keluar berak.

Nah kalau ada gejala 1,2,3,4 dijumpai secara bersamaan biasanya disebut diare disenteri-form. Tetapi kalau hanya ada demam dan lendir saja biasanya choleri-form, diare choleri-form ini biasanya ditandai dengan terjadinya dehidrasi yang cukup berat.

Pada bayi yang mulai memasuki masa perkenalan makanan padat/susu formula (>6 bulan), biasanya akan terjadi sedikit penyesuaian dalam pencernaan, bisa terjadi berak encer/mencret atau susah berak/konstipasi. Tapi biasanya tidak lama, asalkan makanan/susu diberikan sesuai takaran penyajian. Waspadai bila bayi terus-menerus mencret setelah pemberian makanan padat/susu formula, mungkin bayi anda alergi pada laktosa pada susu atau alergi gluten pada makanan/bubur. Gunakan susu LLM dan bubur Goodmil hypoallergenic.

Namun kami menyarankan untuk tetap berkonsultasi secara rutin dengan dokter anak anda.

Terima kasih telah berkonsultasi dengan kami.

Posted in Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Indera Penciuman Bayi Dipengaruhi Makanan Dari Ibu


Makanan dan minuman yang dikonsumsi ibu hamil sangat mempengaruhi perkembangan janin di dalam kandungannya. Studi terbaru menemukan perkembangan indera penciuman bayi secara fisik dipengaruhi makanan dari ibu. Banyak teori yang menyatakan bahwa apa yang ibu makan saat hamil akan menentukan seperti apa anaknya kelak. Para ahli biologi di Colorado University melakukan penelitian untuk membuktikan dan menemukan penyebab mengapa hal tersebut terjadi, serta bagaimana makanan dapat mempengaruhi perkembangan fisik indera penciuman pada bayi.

Peneliti menuturkan bahwa paparan bau dari makanan yang dikonsumsi ibu saat hamil dapat memicu pertumbuhan glomeruli tertentu, yaitu struktur bola pada indera penciuman yang menghubungkan bau dari rongga hidung ke otak. Selain bau makanan, penelitian juga menemukan bahwa bau yang paling kuat yang dirasakan janin selama dalam kandungan adalah bau dari ibunya sendiri. Sistem perkembangan ini sangat penting, karena hal tersebut memungkinkan bayi yang baru lahir langsung bisa mengenali bau ibunya saat baru dilahirkan.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Page 1 of 3123