Kesehatan Bayi

Bayi Susah Menyusui Apabila Puting Meratah


Memberikan ASI eksklusif pada bayi adalah keputusan terbaik yang dapat diberikan seorang ibu kepada bayinya. Tetapi bila puting payudara Anda rata atau terbalik ke dalam (inverted nipples), apakah Anda juga bisa menyusui dengan normal? Semua perempuan bisa menyusui meskipun puting payudaranya rata atau terbalik. Bayi menyusu pada areola, bukan pada puting payudara. Ketika bayi mulai menempelkan mulutnya pada areola dan mulai menghisap, hal itu akan menarik puting Anda keluar.

Bayi yang baru lahir yang mampu menempel dan menghisap ASI dengan baik akan menjadi solusi terbaik bagi puting payudara yang terbalik. Paling mudah jika bayi belajar menyusu pada hari pertama atau keduanya setelah lahir, sebelum ASI Anda keluar. Pembengkakan cenderung membuat puting yang rata makin rata, yang membuat bayi lebih sulit belajar menghisap. Kalau sudah begini, luangkan waktu lebih banyak bersama bayi sejak awal, agar Anda punya banyak waktu untuk berlatih menyusui.

Ada beberapa trik-trik yang Anda bisa mencobanya apabila kesulitan menyusui bayi karena kondisi puting payudara Anda:

1. “Buat” puting untuk membuat lebih banyak jaringan payudara yang masuk ke dalam mulut bayi. Pegang payudara pada areola, dengan jari-jari pada bagian bawah dan ibu jari pada bagian atas. Tekan dengan ibu jari dan jari-jari, dan pada saat yang sama mendorongnya kembali ke arah dada. Hal ini akan memanjangkan dan menyempitkan areola, sehingga membuat bayi lebih mudah menyusu.

2. Perhatikan bagaimana bayi memperlakukan payudara. Bayi seharusnya menggenggam payudara dengan mulut yang terbuka lebar.

3. Coba kenakan breast shells, semacam mangkuk plastik transparan yang didesain untuk puting yang rata atau terbalik di sela-sela menyusui atau 30 menit sebelum menyusui. Breast shells memiliki dua bagian: bagian belakang dengan lubang yang memungkinkan puting untuk menonjol keluar, dan kubah bundar yang akan dipasang di bagian dalam bra. Tekanan pada shell dari bra akan melawan areola, yang secara bertahap meregangkan perlekatan dan membuat puting menonjol.

4. Gunakan pompa ASI untuk menarik keluar puting payudara sebelum menyusui. Pompa ASI elektrik berkualitas baik bisa Anda dapatkan di rumah sakit, dan akan menarik keluar puting Anda tanpa merusaknya.

5. Jika bayi masih terus kesulitan untuk menyusu, coba gunakan nipple shield, atau pelindung puting yang dikenakan di sekeliling areola dan puting saat menyusui. Berkonsultasilah dengan konsultan laktasi sebelum menggunakan alat ini, agar ia dapat memberikan petunjuk penggunaannya tanpa memengaruhi produksi ASI. Bila Anda tidak tahu cara penggunaannya, nipple shield memang bisa mengurangi produksi ASI.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Tips Balita, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mie Instan tidak Baik Bagi Ibu Hamil dan Balita


Dewasa ini kian banyak orang yang mempercayakan urusan perutnya pada sebuah sajian yang bernama ‘mie instan.’ Tiap kali berbelanja ibu-ibu tak lupa menyisipkan mie instan dalam daftar kebutuhannya, anak-anak kos selalu menyimpan beberapa bungkus mie instan untuk mencegah kelaparan di malam hari, para pecinta olahraga gunung pun turut memasukkan mie instan sebagai logistik wajib. Memang wajar jika mie instan disukai, karena selain praktis, cepat, lezat dan murah. Namun tahukah anda bahwa mie instan tak mempunyai kandungan gizi yang cukup dan bahkan zat additivenya (tambahan) tak baik untuk wanita yang tengah hamil dan juga balita. Masyarakat di cina mengangap mie merupakan simbol panjang umur karena bentuknya yang panjang jenis dan bahan pembuatnya bermacam-macam.

Ada mie instan, mie kering, mie basah, mie rebus, yang dibuat dari terigu (gandum). Ada juga bihun, yang dibuat dari tepung beras. Lalu soun, yang dibuat dari pati tepung kacang hijau. Ada juga yang dibuat dari campuran tepung terigu dan beras, tepung tapioka, tepung kentang atau tepung soba. Tapi yang paling populer tentu mie instat, dengan berbagai merk dan citra rasanya, baik dalam kemasan plastik polietilen maupun polistiren (stirofoam), dalam bentuk cangkir atau mangkuk. Mie instat sebenarnya bentuknya sangat panjang, namun saat pemprosesan ia dilipat, digoreng dan dikeringkan dalam oven panas. Penggorengan inilah yang membuat mie mengandung lemak.

Bahan baku utama mi instant memang tepung terigu, namun, selama proses pembuatannya, dipakai juga minyak sayur, garam, natrium polifosfat (pengemulsi, penstabil dan pengental), natrium karbonat dan kalium karbonat (keduanya pengatur keasaman), tartrazine (pewarna kuning). Kadang natrium polifosfat dicampur guar gum. Bahan lain misalnya karamel, hidrolisat protein nabati, ribotide, zat besi dan asam malat yang fungsinya tidak jelas. Selain minyak sayur, ada pula food additive, yaitu bahan-bahan kimia yang ditambahkan ke dalam proses pengolahan makanan, dengan tujuan agar makanan tersebut memiliki sifat-sifat tertentu.

Bumbu mie, misalnya garam, gula, cabe merah, bawang putih, bawang merah, saus tomat, kecap, vetsin (MSG) serta bahan cita rasa (rasa ayam, rasa udang, rasa sapi) juga banyak menggunakan additive. Belum lagi stirofoam dalam mie cangkir, yang dicurigai bisa menyebabkan kanker. Bagi balita, bahan-bahan yang sebenarnya tak dibutuhkan tubuh ini juga bisa memperlambat kerja organ-organ pencernaan. Lalu ada protein tepung (gluten), dan lemak, baik yang dari mienya sendiri maupun minyak sayur dalam sachet. Jika dilihat komposisi gizinya, mie memang tinggi kalori, namun miskin zat-zat gizi penting lain seperti vitamin, mineral dan serat.

Posted in Ibu Hamil, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kehamilan, Kesehatan Bayi, Uncategorized0 Comments

Nutrisi yang Wajib Dikonsumsi Anak


Terpenuhinya nutrisi yang baik dan kebiasaan makan yang sehat dapat menghindari buah hati Anda dari berbagai penyakit berbahaya. Dengan nutrisi penting dapat memenuhi kebutuhan yang diperlukan anak dalam masa-masa pertumbuhan mereka. Kendati banyak orangtua memiliki pengetahuan dasar mengenai makanan sehat yang bisa membuat tubuh dan tulang anak-anak kuat, tetapi kadang, masih ada kemungkinan hilangnya beberapa nutrisi penting. Sebab anak-anak tidak memerolehnya dari makanan yang telah tersedia. Jika Anda ingin memastikan semua kebutuhan nutrisi terpenuhi dengan baik, Anda dapat memastikan nutrisi yang tepat dikonsumsi oleh buah hati tercinta.

Ada beberapa nutrisi yang wajib dikonsumsi anak, di antaranya:

Magnesium
Magnesium adalah salah satu nutrisi penting yang harus Anda pastikan bahwa anak-anak mendapatkan cukup dari magnesium dalam makanan mereka. Nutrisi ini penting bagi anak Anda karena memiliki kemampuan untuk menjaga agar jantung kuat, menjaga otot, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan produksi energi, dan membangun tulang yang sehat. Anak-anak berusia 1-3 tahun disarankan mengonsumsi magnesium 80 mg sehari. Anak-anak usia 4-8 tahun memerlukan magnesium sampai 130 mg sehari. Untuk meningkatkan asupan magnesium anak, Anda bisa mendapatkannya pada sayuran hijau, kacang-kacangan, dan gandum.

Kalium
Kalium sebagai nutrisi yang sering dikaitkan dengan pisang. Dalam hal kesehatan anak Anda, nutrisi ini memainkan peranan besar untuk mempertahankan produksi energi, otot, dan fungsi jantung, menjadikan tulang yang kuat, bahkan dapat menjaga anak Anda rentan terhadap risiko tekanan darah tinggi ketika mereka dewasa. Untuk meningkatkan kalium anak bisa dengan memberikan asupan makanan seperti buah dan sayuran dalam makanan keseharian mereka.

Serat
Serat merupakan nutrisi yang biasanya dianggap penting untuk orang dewasa, tetapi ini juga penting bagi kesehatan anak. Serat tidak hanya berfungsi memperlancar buang air besar dan mengatasi sembelit, namun dapat pula mencegah diabetes tipe 2, menjaga anak-anak rentan terhadap risiko penyakit jantung, kolesterol, darah tinggi, dan menjaga bobot tubuh mereka.

Vitamin E
Vitamin E merupakan nutrisi penting yang juga dibutuhkan anak-anak. Antioksidan ini dikenal untuk memerangi radikal bebas, tetapi juga berperan membangun sistem kekebalan tubuh yang kuat dan mempertahankan metabolisme yang baik. Vitamin E ditemukan dalam makanan berlemak. Untuk memastikan anak Anda mendapatkan vitamin E dalam jumlah tepat, Anda bisa memasukkan lebih banyak sayuran berdaun hijau, seperti bayam, atau kacang-kacangan dalam daftar makanan harian.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Konsultasi Anak, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mengenal Status Gizi pada Balita Anda


Mengenal gizi pada balita merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak. Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan.

Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan. Standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk. Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics). Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk. Status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak. Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu. Untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Cara Merawat Kesehatan Kulit Bayi


Cara merawat kulit sebaiknya dilakukan sejak bayi. Sebab, kondisi kulitnya saat dewasa bergantung pada perawatannya sejak kecil. Salah satu cara merawatnya adalah memilih busana yang nyaman, dengan bahan menyerap keringat. Kulit adalah organ terbesar yang terdapat di permukaan yang selain menutupi hampir seluruh permukaan tubuh, juga mempunyai fungsi yang beragam dengan masalah kelainan yang dapat bersifat lokal atau setempat, serta dapat merupakan gejala penyakit berat. Kulit anak dan orangtua itu secara keseluruhannya berbeda. Perbedaannya bisa dilihat dari selsel kulit. Pada anak, sel kulitnya masih saling berdekatan.

Dalam menjaga kesehatan kulit bayi ini harus diperhatikan dari hal terkecil, karena kulit bayi sangat sensitif. Kulit bayi lebih mudah menyerap zat-zat yang menempel pada permukaan kulitnya. Adanya friksi dengan zat atau bahan dari luar akan memudahkan terjadinya iritasi kulit. Pada kulit bayi mengandung kadar lipid yang tinggi sehingga memudahkan iritan melewati kulit. Friksi ini terjadi di antaranya antara pakaian dan kulit, atau bisa juga diaper dan kulit.

Karena itu, lanjut Rini, pemilihan bahan pakaian anak haruslah teliti. Jangan sampai salah dalam memilih pakaian bayi, karena hal itu juga terkait dengan kesehatannya. Karena kontak baju atau pakaian tidak hanya pada bagian tangan, tetapi juga hampir seluruh tubuh, jadi kelainan kulit apabila tidak memperhatikan kesehatan pakaian, dapat terjadi di semua bagian tubuh. Seperti di bagian dada atau perut, terutama pada bagian tertutup dan lembap. Ada dua faktor utama yang perlu diperhatikan dalam hal memilih pakaian atau busana bagi bayi dan anak kita, yaitu aman dan nyaman. Aman dalam arti tidak membahayakan, dilihat dari materi bahan pakaian yang digunakan, bahan yang terbaik adalah bahan katun, kemudian tidak luntur karena proses pewarnaan yang kurang tepat, tidak menimbulkan rasa gatal atau alergi di kulit serta patut diperhatikan penggunaan aksesori, pakaian jangan sampai membahayakan tubuh.

Mengapa pakaian bayi berbeda dengan anak atau dengan orang dewasa lainnya, itu selain karena adanya termostat (pengatur suhu tubuh) yang belum bekerja optimal,juga karena lapisan lemak yang belum terdapat pada minggu-minggu awal. Sebaiknya kenakan pakaian hangat saat cuaca dingin dan tipis pada cuaca panas, serta sesuaikan dengan kondisi lingkungan anak.
Faktor lain dari nyaman adalah pakaian harus memiliki sirkulasi udaranya yang baik, tidak terlalu ketat, berbahan lembut, dan dapat dengan mudah menyerap keringat. Selain itu, model pakaian pun harus diperhatikan, sesuaikan dengan usia bayi atau anak Anda nyaman menggunakannya.

Cari model baju yang sederhana, dengan bahan yang sangat aman pada anak serta hindari menggunakan pakaian dengan banyak aksesori yang membahayakan anak. Gunakan model sesuai usia anak, jangan sampai menghambat pergerakan anak, terutama motorik kasar. Menurut para ahli, faktor yang menyebabkan bayi sering menangis ataupun tiba-tiba rewel disebabkan ketidaknyamanan pakaian yang dikenakan.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Uncategorized0 Comments

Solusi Membantu Si Kecil untuk Mendapatkan Makanan yang Bernutrisi


Apa yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia dibutuhkan? Sebagian besar Anda mungkin menjawab terus mencob memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu efektif. Belum lama, Dietary Guidelines Advisory Committee-sekelompok ilmuwan independen yang menyarankan pemerintah pada konsumsi ideal rakyat Amerika—mengidentifikasi bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa perlu mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, kalium, dan serat. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dalam susu, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—sederet makanan yang biasanya dijauhi anak-anak.

Ada beberapa solusi yang membantu si kecil yang pemilih makanan untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan:

Anak tidak suka makan brokoli
Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol, atau kubis membantu “menjinakkan” rasa yang membuat anak malas memakannya. Memang, keju umumnya mengandung lebih banyak kalori dan lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit kalsium.

Tidak suka buah
Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam penyajiannya.

Anak tidak suka minum susu
Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang telah disediakan oleh susu.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Uncategorized0 Comments

Mengetahui Autisme Pada Bayi Setahun


Autisme juga disebut sebagai gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak, biasanya sudah menunjukkan gejala sebelum anak berusia tiga tahun. Bahkan, kini sudah dibuat metode skrining untuk bayi berusia satu tahun. Para bayi tersebut merupakan pasien dari 137 dokter anak. Menggunakan daftar pertanyaan sederhana yang bisa diselesaikan dalam waktu 5 tahun, orangtua atau pengasuh anak diminta menjawab seputar perilaku anak yang meliput ada tidaknya kontak mata, suara, kata-kata, gestur, pengenalan objel dan bentuk komunikasi lainnya.

Bayi-bayi yang dianggap tidak lulus tes itu alias menampakkan gejala autisme kemudian dirujuk ke San Diego Autism Center for Excellence untuk evaluasi lebih lanjut setiap 6 bulan hingga anak berusia 3 tahun. Dari 346 anak yang dirujuk, 184 anak mengikuti evaluasi lanjutan minimal dua sesi. Secara umum, skrining yang dilakukan tersebut memiliki nilai prediksi mencapai 75 persen. Dari evaluasi yang dilakukan, 32 anak terdiagnosis autisme, 56 didiagnosa mengalami keterlambatan bicara, 9 anak menderita keterlambatan perkembangan dan 36 anak didiagnosa mengalami kelambatan perkembangan tipe lainnya.

Sementara itu anak-anak yang terdiagnosa autisme, mayoritas memulai terapi di usia 19 bulan yang sebenarnya sangat dini dibanding anak-anak lain. Seringkali orangtua baru membawa anak ke dokter saat anak sudah berusia tiga tahun dan itu artinya sudah terlambat.
Program skrining ini sangat menjanjikan karena bisa diimplementasikan dan secara virtual tidak ada biaya. Metode skrining ini juga bisa dilakukan pada praktik klinik sehari-hari. Ada bukti-bukti kuat bahwa terapi yang dilakukan lebih dini memiliki efek yang positif pada perkembangan otak. Itu sebabnya kesempatan untuk mendiagnosa dan memulai terapi pada saat anak berusia sekitar setahun sangat penting untuk meningkatkan potensi tumbuh kembang anak.

Gejala yang sangat menonjol dari autisme adalah sikap anak yang cenderung tidak memedulikan lingkungan dan orang-orang di sekitarnya, seolah menolak berkomunikasi dan berinteraksi, serta seakan hidup dalam dunianya sendiri. Anak autistik juga mengalami kesulitan dalam memahami bahasa dan berkomunikasi secara verbal. Autisme bisa terjadi kepada siapa saja, tidak mengenal etnis, bangsa, keadaan sosial ekonomi, dan keadaan intelektualitas orangtua. Perbandingan antara anak laki-laki dan perempuan yang mengalami gangguan autistik adalah 4:1. Kecerdasan anak-anak autis sangat bervariasi, dari yang sangat cerdas sampai yang sangat kurang cerdas.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Uncategorized0 Comments

Bayi Baru Lahir Perlu Pendamping Ibunya


Bayi yang baru lahir seharusnya tidak dipisahkan dari orangtuanya. Studi menemukan bayi yang baru lahir perlu berada di dekat ibunya bahkan saat tidur di malam hari. Adanya stres fisiologis yang signifikan dan bisa mengganggu pola tidur dialami oleh bayi yang berusia 2 hari dan secara fisik terpisah dari ibunya, meskipun berada pada ruangan yang sama. Kontak erat antara ibu dan bayi yang baru lahir dalam beberapa jam pertama kehidupannya sangatlah penting. Selain itu juga diketahui kondisi ini secara signifikan bisa meningkatkan keberhasilan menyusui. Dalam studi ini peneliti memonitor detak jantung dari 16 bayi Afrika Selatan yang baru lahir dengan 10 bayi laki-laki dan 6 perempuan serta sang ibu berusia 17-40 tahun yang tidak memiliki komplikasi pasca persalinan.

Bayi yang kontak langsung dengan ibunya serta bayi yang dipisahkan karena berada di box bayi dan menghadap ke arah ibunya. Kenaikan hampir 3 kali lipat dalam aktivitas sistem saraf otonom termasuk perubahan denyut jantung dan pernapasan pada bayi yang dipisahkan dari ibunya, serta bayi mengalami tidur yang tidak nyenyak. emisahan ini bisa menurunkan suhu tubuh yang berpengaruh pada pola tidurnya. Jika ibu berada dekat dengan si bayi maka ia akan berusaha untuk menyusui bayinya sehingga si bayi kemungkinan besar bisa mendapatkan kolostrum yang sangat bermanfaat untuk sistem imun dan meningkatkan keberhasilan menyusui. Serta bayi yang berada dalam dekapan ibunya akan jauh merasa nyaman dan tenang, terutama dalam dekapan dada sang ibu.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Perawatan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mengetahui Penyakit Asma pada Bayi


Asma adalah suatu keadaan di mana keadaan saluran udara dan paru-paru memburuk dan meradang, yang akhirnya membuat penderitanya kesulitan untuk bernapas. Memang sulit untuk mengetahui apakah bayi Anda menderita asma sampai usia mereka 5 tahun, hal ini disebabkan karena penyakit-penyakit yang biasa diderita oleh bayi memiliki gejala yang sama. Saluran udara pada bayi biasanya kecil dan jika pembengkakan terjadi saluran udara akan menghasilkan lendir yang membuat si bayi batuk, napas mendesah, dan dapat menimbulkan gejala-gejala lain yang menunjukkan gejala asma. Jika napas bayi Anda terus menerus mendesah, itu merupakan salah satu tanda awal asma. Tetapi jika gejala yang dialami bayi Anda hanya batuk saja, ini bukan berarti bayi Anda mengalami asma. Apabila Anda mengira bayi Anda menderita asma, segera mungkin bawalah ke dokter anak untuk mendapat diagnosa yang benar. Diagnosa dini dan pengobatan yang tepat sangat penting bagi bayi yang menderita asma.

Berikut adalah diagnosa yang benar dan apa saja hal yang berkaitan asma pada si buah hati Anda:

Diagnosa
Sulit bagi seorang dokter untuk mendiagnosa apakah bayi Anda menderita asma sebelum usia mereka 12 bulan. Napas si kecil yang mendesah bisa jadi bukan karena dia menderita asma. Masalah lain seperti bronkitis, virus yang ada di saluran pernapasan, cystic fibrosis (sesak napas), masalah jantung, dan aspirasi susu juga dapat membuat napas bayi Anda terengah-engah. Seringkali, masalah napas bayi Anda yang terengah-engah dapat hilang dengan sendirinya seiring dengan pertambahan usia buah hati Anda.

Penyebab
Ada banyak hal yang menyebabkan napas bayi Anda tersengal. Paru-paru bayi sangat sensitif, makanan atau apapun yang asing dan terhirup ke paru-paru dapat menyebabkan napas si bayi tersengal. Dan juga, bayi yang lahir prematur dengan saluran pernapasan yang belum terbentuk sempurna juga napasnya seringkali tersengal.

Gejala
Asma pada umumnya merupakan hasil hubungan yang kompleks antara gen si bayi dan lingkungannya. Gejala-gejala umum asma adalah batuk, napas mendesah, napas yang terengah, demam, dan napas pendek setelah melakukan kegiatan-kegiatan fisik. Gejala ini biasanya berbeda pada setiap anak.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Penyakit, Perawatan Bayi, Uncategorized0 Comments

Pentingnya Asam Folat Bagi Bayi


Asam folat penting dikonsumsi ibu hamil karena kekurangan asupan asam folat dapat menyebabkan kecacatan pada bayi yang dilahirkan. Penelitian terbaru menemukan ibu yang mengkonsumsi asam folat sebelum dan selama kehamilan sangat mengurangi risiko punya anak dengan kemampuan bahasa yang parah. Asam folat memiliki banyak manfaat untuk ibu hamil dan bayinya. Karena asam folat dapat membantu pertumbuhan otak bayi, dan mengurangi risiko terjadinya Neural Tube Defects (NTD) pada bayi yang dilahirkan dan lain-lain.

Ibu yang mengonsumsi suplemen lain, tetapi bukan asam folat tidak menunjukkan adanya penurunan risiko pada keterlambatan kemampuan bahasa bayi. Hal tersebut menandakan bahwa asam folat memang memiliki efek yang unik pada perkembangan anak. Meskipun beberapa penelitian medis mengenai manfaat asam folat dalam melindungi janin terhadap cacat tabung saraf telah banyak dipublikasikan, namun penelitian ini merupakan bukti lebih lanjut bahwa suplemen tersebut dapat melindungi bayi dar gangguan perkembangan saraf lainnya. Anak-anak Norwegia tersebut hanya dapat membuat satu kata atau ucapan yang dapat dipahami oleh orang lain pada usia 3 tahun.

Posted in Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Page 1 of 141234510...Last »