Manfaat Telur bagi Kesehatan Anak


Telur adalah makanan berprotein tinggi yang mudah dan murah didapat. Untuk memenuhi kebutuhan protein anak, kebanyakan orangtua di Indonesia lebih mampu memberikan telur yang harganya terjangkau ketimbang daging, ayam atau ikan. Karena kondisi keuangan yang terbatas, akhirnya orangtua memberikan makanan telur setiap hari ke anaknya.

Tak perlu khawatir, karena makan telur setiap hari ternyata bagus untuk anak. Memberikan telur setiap hari untuk anak itu enggak apa-apa, bagus itu, yang penting adalah memberikan variasi. Putih telur mengandung protein hewani yang baik. Jadi kalau bisa setiap hari ada telur yang bisa dipadukan dengan protein hewani lain seperti ayam dan ikan, misalnya hari ini telur dengan ayam, besok dengan ikan. Namun sebaiknya jangan sering-sering mengonsumsi telur yang digoreng, tapi bisa divariasikan dengan membuat telur rebus atau dicampurkan dengan bahan makanan lain misalnya dalam sayur sop, dicampur dengan bahan lain lalu dipanggang atau bisa memasukkan putih telur ketika membuat cemilan agar-agar untuk anak.

Protein lain yang penting untuk dikonsumsi adalah protein nabati seperti dari tahu, tempe dan juga lengkapi dengan lemak sehat seperti dari kacang-kacangan dan juga alpukat. Kandungan gizi dari sebutir telur terbilang cukup komplit karena mengandung protein hewani yang baik, vitamin A, asam amino esensial, vitamin D, vitamin B12 serta zat besi, dan juga kandungan kolesterol di bagian kuningnya. Jenis makanan karbohidrat yang dipilih sebaiknya yang kompleks sehingga penyerapannya bisa perlahan seperti nasi merah atau roti gandum.

Sedangkan konsumsi karbohidrat sederhana seperti gula pasir sebaiknya dihindari atau dibatasi karena langsung diserap tubuh dan jika terus menerus anak bisa jadi diabetes saat remaja. Perbanyak juga karbohidrat dari buah dan sayuran serta yang berserat seperti dari oatmeal, untuk buah dan sayur memang harus dilatih agar anak mau makan. Sedangkan untuk cemilan, berikan makanan ringan yang sehat, misalnya membuat roti gandum yang ditambah sayuran di dalamnya, membuat cake atau kue dari oatmeal atau bisa juga memberikan bubur kacang hijau.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Masalah Kesehatan Anak, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Mengenal Status Gizi pada Balita Anda


Mengenal gizi pada balita merupakan suatu hal yang penting diketahui oleh setiap orang tua. Perlunya perhatian lebih dalam tumbuh kembang di usia balita didasarkan fakta bahwa kurang gizi yang terjadi pada masa emas ini, bersifat irreversible (tidak dapat pulih). Data tahun 2007 memperlihatkan 4 juta balita Indonesia kekurangan gizi, 700 ribu diantaranya mengalami gizi buruk. Sementara yang mendapat program makanan tambahan hanya 39 ribu anak. Ditinjau dari tinggi badan, sebanyak 25,8 persen anak balita Indonesia pendek (SKRT 2004). Ukuran tubuh yang pendek ini merupakan tanda kurang gizi yang berkepanjangan.

Lebih jauh, kekurangan gizi dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Padahal, otak tumbuh selama masa balita. Fase cepat tumbuh otak berlangsung mulai dari janin usia 30 minggu sampai bayi 18 bulan. Standar acuan status gizi balita adalah Berat Badan menurut Umur (BB/U), Berat Badan menurut Tinggi Badan (BB/TB), dan Tinggi Badan menurut Umur (TB/U). Sementara klasifikasinya adalah normal, underweight (kurus), dan gemuk. Untuk acuan yang menggunakan tinggi badan, bila kondisinya kurang baik disebut stunted (pendek). Pedoman yang digunakan adalah standar berdasar tabel WHO-NCHS (National Center for Health Statistics). Status gizi pada balita dapat diketahui dngan cara mencocokkan umur anak (dalam bulan) dengan berat badan standar tabel WHO-NCHS, bila berat badannya kurang, maka status gizinya kurang.

Di Posyandu telah disediakan Kartu Menuju Sehat (KMS) yang juga bisa digunakan untuk memprediksi status gizi anak berdasarkan kurva KMS. Perhatikan dulu umur anak, kemudian plot berat badannya dalam kurva KMS. Bila masih dalam batas garis hijau maka status gizi baik, bila di bawah garis merah, maka status gizi buruk. Status gizi orang dewasa menggunakan acuan Indeks Massa Tubuh (IMT) atau disebut juga Body Mass Index (BMI). Nilai IMT diperoleh dengan menghitung berat badan (dalam kg) dibagi tinggi badan kuadrat (dalam meter persegi). IMT normal bila angkanya antara 18,5 dan 25; kurus bila kurang dari 18,5; dan gemuk bila lebih dari 25. Sebagai contoh orang bertinggi 1,6 meter, maka berat badan ideal adalah 48-64 kg.

Parameter yang umum digunakan untuk menentukan status gizi pada balita adalah berat badan, tinggi badan, dan lingkar kepala. Lingkar kepala sering digunakan sebagai ukuran status gizi untuk menggambarkan perkembangan otak. Sementara parameter status gizi balita yang umum digunakan di Indonesia adalah berat badan menurut umur. Parameter ini dipakai menyeluruh di Posyandu. Untuk membedakan balita kurang gizi dan gizi buruk dapat dilakukan dengan cara berikut. Gizi kurang adalah bila berat badan menurut umur yang dihitung menurut Skor Z nilainya kurang dari -2, dan gizi buruk bila Skor Z kurang dari -3. Artinya gizi buruk kondisinya lebih parah daripada gizi kurang.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized0 Comments

Cara untuk Anda Lakukan Agar Bayi Dapat Menyusu


Beberapa cara yang dapat Anda lakukan agar bayi dapat menyusu :  Menggunakan syiringe (spuit atau semprit). Gunakan semprit ukuran 5 ml atau 10 ml. Pasang sepotong selang halus ke adaptornya, kira-kira sepanjang 5 cm. Sebagai contoh, sepotong irisan dari selang halus, mencakup ujung adaptor dari selang tersebut. Anda dapat mengukur sejumlah susu untuk sekali pemberian dalam sebuah cangkir kecil. Isilah semprit dengan susu dari cangkir. Letakkan ujung selang ke sudut mulut mulut bayi, dan dengan perlahan tekan susu keluar sementara bayi menyusu pada payudara.

Isi ulang semprit dengan susu, dan teruskan hal tersebut hingga bayi selesai diberi makan. Cobalah untuk melakukan hal ini selama 30 menit (sekitar 15 menit untuk tiap payudara). Anda juga dapat meneteskan susu ke payudara. Caranya : teteskan ASI perah ke payudara dan puting, menggunakan sendok atau pipet / dropper atau cangkir kecil. Atur posisi bayi pada payudara sehingga ia bisa menjilat tetesan susu. Dengan perlahan, masukkan puting ke dalam mulutnya, dan bantu bayi melekat pada payudara. Cara ini mungkin perlu diteruskan ini selama 3 hingga 4 hari sebelum bayi dapat menyusu dengan kuat.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Tumbuh Kembang, Uncategorized1 Comment

Solusi Membantu Si Kecil untuk Mendapatkan Makanan yang Bernutrisi


Apa yang dapat Anda lakukan ketika si kecil menolak makanan yang sangat ia dibutuhkan? Sebagian besar Anda mungkin menjawab terus mencob memperkenalkannya. Tapi jika hanya teknik ini yang dijalani, hasilnya tidak selalu efektif. Belum lama, Dietary Guidelines Advisory Committee-sekelompok ilmuwan independen yang menyarankan pemerintah pada konsumsi ideal rakyat Amerika—mengidentifikasi bahwa baik anak-anak maupun orang dewasa perlu mendapatkan lebih banyak kalsium, vitamin D, kalium, dan serat. Anda bisa mendapatkan nutrisi tersebut dalam susu, buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian—sederet makanan yang biasanya dijauhi anak-anak.

Ada beberapa solusi yang membantu si kecil yang pemilih makanan untuk mendapatkan makanan dan nutrisi yang mereka butuhkan:

Anak tidak suka makan brokoli
Solusinya, siram dengan saus keju. Menambahkan keju di atas sayuran, seperti brokoli, kembang kol, atau kubis membantu “menjinakkan” rasa yang membuat anak malas memakannya. Memang, keju umumnya mengandung lebih banyak kalori dan lemak jenuh daripada produk susu rendah lemak, tapi keju juga memberikan sedikit kalsium.

Tidak suka buah
Solusinya, olah buah-buahan dalam dalam milkshake. Sebagian besar buah-buahan memberikan jumlah kalium dan vitamin C yang cukup sedangkan smoothie berbahan buah merupakan cara yang pas untuk menyembunyikan buah dalam penyajiannya.

Anak tidak suka minum susu
Solusinya, tambahkan cokelat. Nyatanya, susu cokelat lebih disukai anak-anak ketimbang susu vanilla. Kalau Anda memaksakan susu full cream hingga akhirnya ia minum susu, anak akan kehilangan nutrisi penting yang telah disediakan oleh susu.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi, Masalah Kesehatan Anak, Uncategorized0 Comments

Saatnya Si Kecil Makan Makanan Padat


Mulai dari browsing internet, bertanya kepada teman yang lebih berpengalaman, hingga konsultasi pada ahli gizi tentunya menjadi rutinitas Anda untuk mendapatkan info yang tepat. Beberapa saran mungkin saja terdengar baik dan menjanjikan. Namun kini, sudah saatnya bagi Anda untuk meninggalkan saran-saran kuno, dengan mengikuti langkah tepat memberi makanan bagi bayi Anda di bawah ini. Beberapa rekan Anda pasti pernah menyarankan untuk memberikan sereal dalam botol agar si keci mendapatkan tidur nyenyak sepanjang malam. Di sisi lain, memberikan makanan padat bagi bayi berusia dua hingga tiga bulan dapat membantunya membiasakan diri dalam proses mengunyah. Dua saran ini lah yang harus Anda ubah dalam persepsi pemberian makanan tepat bagi si buah hati.

Perlu Anda ketahui, bahwa si kecil belum terlalu dewasa untuk memulai mengonsumsi makanan padat. Tubuh mereka bisa dikatakan masih lunak untuk menerima makanan padat. Hal ini malah dapat menimbulkan alergi terhadap makanan pada si kecil. Sehingga, pemberian nutrisi dalam bentuk susu formula atau ASI selama empat bulan pertama pada si kecil sangat dianjurkan. Bayi di usia antara empat hingga enam bulan cenderung mendorong makanan yang diberikan melalui sendok. Di sinilah proses bagi si kecil untuk mulai mengenali makanan baginya. Tetapi jangan khawatir, proses ini tak akan berkelanjutan dalam jangka waktu yang lama. Pasalnya, ketika bayi mulai beranjak lebih dewasa, mereka mulai menguasai konsep menelan makanan. Hal ini akan menjadikan si kecil lebih aktif dalam mengunyah, dan menelan makanan, yang membuatnya lebih bersemangat untuk mencoba makanan baru lainnya.

Posted in Gizi Bayi, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Makanan Bergizi untuk Bayi


Untuk merangsang pertumbuhan gigi dan mencukupi nutrisi, bayi tak bisa hanya diberi ASI dan bubur saja. Mereka juga harus mulai diajarkan mengenal menu makanan bergizi lain. Karena belum ada gigi, tentunya kita harus membantu memilih makanan terbaik untuknya. Makanan ini tak hanya harus bergizi, namun juga harus mudah dicerna dan aman bagi bayi.

Berikut ada beberapa makanan yang menyehatkan bayi:

Alpukat
Pohonnya mencapai tinggi 20 m, daunnya sepanjang 12 hingga 25 cm, itulah pohon alpukat. Buahnya berbentuk nyaris bulat atau lonjong, dengan kulit yang semi keras, yang membalut daging lembut di dalamnya. Alpukat kaya akan kandungan potasium, karbohidrat, vitamin E, vitamin C, vitamin B, fosfor, zinc, hingga zat besi.

Pisang
Oleh nenek moyang, buah pisang sebenarnya dikenal pertama kali sebagai obat, bukan sebagai buah. Warnanya hijau saat masih muda, dan apabila ranum, kulitnya berubah warna menjadi kuning kecokelatan atau kemerahan.

Dada Ayam
Daging ayam mengandung protein, vitamin B kompleks, mineral, lemak, asal lemak, yang dibutuhkan tubuh. Kalau belum bisa mengunyah, bagaimana bayi bisa mendapat nutrisi dari ayam? Anda bisa merebusnya hingga empuk, menghancurkannya dan mengambil sarinya. Tentunya daging yang terbaik dapat diambil dari bagian dada, agar lemaknya tidak terlalu banyak.

Keju
Produk susu yang tak kalah pentingnya adalah keju. Seperti yang kita ketahui, ada berbagai jenis keju yang ada di pasaran. Namun, untuk bayi cukup tambahkan serutan keju cheddar saja ke dalam bubur yang dikonsumsinya. Selain membantu mengatasi kebosanan pada susu, keju juga menambah aroma dan rasa lezat pada makanan.

Kacang Hijau
Kacang hijau termasuk jenis tumbuhan suku polong-polongan. Protein yang terkandung di dalam kacang hijau sangat tinggi, sehingga menu ini seringkali disajikan sebagai bubur maupun minuman. Untuk bayi, kacang hijau harus dimasak hingga lunak benar dan disaring agar bayi mudah mencerna dan tidak tersedak.

Posted in Gizi Bayi, Info Balita, Info Bayi, Kesehatan Bayi, Makanan Bayi0 Comments

Ibu Tetap Menjaga Kontak Kulit Bayi


Ibu yang baru saja melahirkan bayi kadang bingung dan khawatir karena air susunya (ASI) belum keluar. Tapi sebenarnya bayi yang baru lahir bisa bertahan hingga 48 jam tanpa menyusu. Bayi bisa bertahan 24-48 jam, karena ia sudah dibekali dari kandungan. Tapi yang terpenting jangan dipisahkan dari ibunya. Bayi menangis pasti yang terlintas pertama kali adalah bayi tersebut lapar sehingga harus disusui. Padahal bayi yang dipisahkan 6 jam saja dari ibunya akan memiliki tingkat stres yang 2 kali lipat lebih tinggi yang bisa membuatnya menangis. Hal ini karena selama di kandungan bayi selalu dekat dengan ibunya, dan jika kadar hormon stresnya meningkat akan membuat daya tahan tubuhnya berkurang sebesar 50 persen.

Maka gendonglah ia sehingga bisa mendapatkan skin to skin contact (kontak kulit) dengan ibu dan tetaplah berusaha menyusui agar bisa mendapatkan kolostrum meski hanya 1-2 tetes saja. Kolostrum ini berfungsi untuk membantu mematangkan usus bayi dengan menutup lubang-lubang yang ada di usus agar tidak diisi oleh benda-benda asing. Hampir sekitar 50 persen keberhasilan menyusui bergantung pada pikiran si ibu. Sedikit saja si ibu memiliki pikiran negatif maka akan langsung membuat produksi ASI-nya menjadi drop. Hormon oksitosin terpengaruh oleh pikiran ibu, jadi kalau ibu sedang sedih, stres, kesel atau mangkel maka hormon oksitosin akan berkurang yang mempengaruhi produksi ASI.

Posted in Gizi Bayi, Gizi Ibu, Imunisasi, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Info Menyusui, Masalah Kesehatan Anak, Perawatan Bayi, Uncategorized0 Comments

Nutrisi Bayi


Nutrisi selama beberapa tahun pertama kehidupan memainkan peran penting dalam bagaimana otak anak berkembang. Orangtua harus belajar nutrisi terbaik untuk bayi mereka, bersama dengan bagaimana dan kapan untuk memperkenalkan makanan baru. Seiring dengan memastikan nutrisi yang tepat, orangtua harus selalu memantau bayi mereka untuk mengamati tanda-tanda alergi makanan.

Makanan Terbaik untuk Bayi yang baru lahir Continue Reading

Posted in Gizi Bayi0 Comments

Nutrisi untuk Bayi Pada Tahun Pertama


Persyaratan Gizi

Persyaratan bayi untuk kalori tergantung pada ukuran, tingkat pertumbuhan, jumlah aktivitas, dan energi yang diperlukan untuk kegiatan metabolik. Sebagai orangtua baru, Anda perlu tahu bahwa kebutuhan kalori per pon berat badan lebih tinggi selama tahun pertama kehidupan dibanding pada waktu lainnya. Berbagai asupan kalori yang direkomendasikan telah dikembangkan karena perbedaan variasi antara bayi. Selama empat sampai enam bulan pertama kehidupan, menyusui atau formula dapat memberikan kalori yang cukup. Merencanakan pertumbuhan anak Anda (panjang dan berat) pada grid standar dapat menentukan kecukupan / nya asupan kalorinya. Continue Reading

Posted in Gizi Bayi0 Comments

Nutrisi untuk Bayi dan Masa Kehamilan


Di Jakarta, tiga dari lima atau sekitar 60% wanita usia subur memiliki kadar folat kurang dari kadar folat ideal. Padahal, folat penting untuk mengurangi risiko terjadinya neural tube deffects (cacat lahir pada otak dan tulang belakang), sindrom down, bibir sumbing, dan cacat lahir pada bayi. Bagi ibu, folat mengurangi risiko anemia megaloblastik dan menurunkan kadar homosistein dalam darah yang bepengaruh pada berkurangnya risiko preeklamsia. Eklamsia dan preeklamsia merupakan tiga besar penyebab tingginya angka kematian ibu melahirkan di Indonesia selain perdarahan dan infeksi.

Manfaat bagi kesehatan ibu

Di dalam kandungan, pada usia 17 hari kehamilan sel-sel otak janin sudah mulai terbentuk dan berkembang. Di sinilah pentingnya peranan folat sebagai awal pembentukan tabung otak dan sum-sum tulang belakang. Selain folat, ada banyak kandungan nutrisi yang diperlukan saat perkembangan otak janin. Nutrisi ini penting saat kehamilan karena perkembangan otak bayi mengalami percepatan di saat trimester ke-3 hingga usia 30 bulan. Kalsium diperlukan untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat akibat pembentukan tulang dan gigi bayi. Pemberian zat besi yang cukup dapat mengurangi risiko terjadinya anemia di saat kehamilan. Namun, pada trimester pertama, zat besi dapat merangsang mual pada ibu hamil.

Manfaat bagi janin

Pentingnya nutrisi bagi ibu hamil dan janinnya. Omega 3 dan DHA bagi janin diperlukan dalam jumlah cukup untuk pembentukan sistem saraf pusat. Studi lainnya menunjukan bahwa gangliosida berperan pada struktur otak, migrasi sel-sel otak, pembentukan sinapsis, dan myelinisasi. Selain itu gangliosida berpengaruh terhadap fungsi otak, terutama fungsi belajar dan mengingat. Kolin dihantarkan kepada  janin melalui plasenta ibu. Beberapa penelitian menunjukan asupan kolin di saat kehamilan mempengaruhi perkembangan otak terutama fungsi mengingat.

Posted in Gizi Bayi, Gizi Ibu, Info Balita, Info Bayi, Info Ibu, Kehamilan, Kesehatan Bayi, Kesehatan Umum, Makanan Bayi, Tumbuh Kembang, Uncategorized25 Comments

Page 1 of 612345...Last »