Cacar saat hamil

Cacar saat hamilPenyakit cacar air masih sering dijumpai di Indonesia, terutama pada anak-anak.Penyakit ini kadang menyerang wanita hamil. Meski umumnya cacar air ialah penyakit ringan, tapi pada wanita hamil kadang-kadang bisa menjadi lebih berat, dan dapat menyebabkan bayi lahir sebelum cukup bulan (persalinan prematur) atau tertular penyakit itu sewaktu berada di kandungan.

Bila ibu hamil kurang dari 20 minggu (4 bulan 3 minggu) terkena infeksi cacar air, maka janin yang dikandungnya akan tertular dan dapat mengakibatkan kelainan. Tapi frekuensi cacat bawaan tak lebih tinggi pada bayi yang lahir dari ibu yang menderita cacar air dalam masa kehamilannya dibandingkan dengan ibu yang tak menderita cacar air.

Suatu penelitian dengan jumlah besar telah dilakukan di Jerman dan Inggris oleh Enders dkk pada 1994 yang melibatkan 1.373 wanita hamil. Enders menyimpulkan, bila infeksi terjadi setelah kehamilan 20 minggu, tak ada bukti secara klinis bahwa bayi yang dikandung ibu penderita cacar air terserang penyakit itu. Bila infeksi cacar air terjadi pada kehamilan kurang dari 13 minggu, dijumpai 0,4 persen janin terkena infeksi dari ibunya. Risiko tertular paling tinggi pada usia kehamilan 13-20 minggu, yaitu sebesar 2 persen.

Berdasarkan keterangan yang Ibu berikan, kemungkinan infeksi cacar air pada Ibu terjadi di usia kehamilan 6 minggu dan risiko tertular pada janin Ibu ialah 0,4 persen (kecil). Untuk mengetahui apakah janin Ibu tertular atau tidak, sangat sulit. Ada satu cara yang dapat dipakai untuk keperluan tersebut, tapi tindakannya invasif dan berisiko, yaitu mengambil darah janin melalui tali pusat dengan bimbingan USG. Darah itu lalu diperiksa di laboratorium untuk mencari ada-tidak imunoglobulin atau melakukan biakan virus.

Untuk melihat keadaan fisik janin, Ibu dapat melakukan pemeriksaan USG untuk penapisan  cacat bawaan, biasanya dilakukan pada usia kehamilan 18-20 minggu. Sayang sekali, tak semua cacat bawaan dapat dideteksi secara dini dengan USG. Menurut saya, yang juga jangan dilupakan adalah selalu berdoa kepada Tuhan YME agar janin yang Ibu kandung tak cacat serta sehat jasmani, rohani, dan sosial.

Obat-obatan yang Ibu makan seperti CTM, Fevrin, Proviral, Amoxillin, dan obat demam dapat berpengaruh pada janin. Setiap dokter akan selalu memperhitungkan segi positif dan negatif dari setiap obat sebelum diberikan kepada pasiennya. Hanya obat-obatan yang mempunyai nilai positif besar terhadap kesehatan Ibu dan janinnya, yang akan diberikan dokter. Ibu dapat menanyakan kembali pada dokter kandungan Ibu mengenai obat-obatan yang diberikan.

Gejala-gejalanya

Pada permulaannya, penderita akan merasa sedikit demam, pilek, cepat merasa lelah, lesu, dan lemah. Gejala-gejala ini khas untuk infeksi virus. Pada kasus yang lebih berat, bisa didapatkan nyeri sendi, sakit kepala dan pusing. Beberapa hari kemudian timbullah kemerahan pada kulit yang berukuran kecil yang pertama kali ditemukan di sekitar dada dan perut atau punggung lalu diikuti timbul di anggota gerak dan wajah. Kemerahan pada kulit ini lalu berubah menjadi lenting berisi cairan dengan dinding tipis. Ruam kulit ini mungkin terasa agak nyeri atau gatal sehingga dapat tergaruk tak sengaja. Jika lenting ini dibiarkan maka akan segera mengering membentuk keropeng  yang nantinya akan terlepas dan meninggalkan bercak di kulit yang lebih gelap. Bercak ini lama-kelamaan akan pudar sehingga beberapa waktu kemudian tidak akan meninggalkan bekas lagi.

Selama 5 hari setelah ruam mulai muncul dan sampai semua lepuh telah berkeropeng. Selama masa karantina sebaiknya penderita tetap mandi seperti biasa, karena kuman yang berada pada kulit akan dapat menginfeksi kulit yang sedang terkena cacar air. Untuk menghindari timbulnya bekas luka yang sulit hilang sebaiknya menghindari pecahnya lenting cacar air. Ketika mengeringkan tubuh sesudah mandi sebaiknya tidak menggosoknya dengan handuk terlalu keras. Untuk menghindari gatal, sebaiknya diberikan bedak talk yang mengandung menthol sehingga mengurangi gesekan yang terjadi pada kulit sehingga kulit tidak banyak teriritasi. Untuk yang memiliki kulit sensitif dapat juga menggunakan bedak talk salycil yang tidak mengandung mentol. Pastikan anda juga selalu mengkonsumsi makanan bergizi untuk mempercepat proses penyembuhan penyakit itu sendiri. Konsumsi buah- buahan yang mengandung vitamin C seperti jambu biji dan tomat merah yang dapat dibuat juice.

Pencegahannya

Imunisasi tersedia bagi anak-anak yang berusia lebih dari 12 bulan. Imunisasi ini dianjurkan bagi orang di atas usia 12 tahun yang tidak mempunyai kekebalan.Penyakit ini erat kaitannya dengan kekebalan tubuh.

pengobatannya

Varicella ini sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi tidak menutup kemungkinan adanya serangan berulang saat individu tersebut mengalami panurunan daya tahan tubuh. Penyakit varicella dapat diberi penggobatan “Asiklovir” berupa tablet 800 mg per hari setiap 4 jam sekali (dosis orang dewasa, yaitu 12 tahun ke atas) selama 7-10 hari dan salep yang mengandung asiklovir 5 persen yang dioleskan tipis di permukaan yang terinfeksi 6 kali sehari selama 6 hari. Larutan “PK” sebanyak 1 persen yang dilarutkan dalam air mandi biasanya juga digunakan.

Share This Post

Leave a Reply

IBN Network Reg. No: 245//IBN/2012.